Pelatihan Audit Internal SMK3 versi Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012

 

Membahas tentang pelatihan audit internal SMK versi Peraturan Pemerintah no.50 tahun 2012, maka lebih dahulu harus membahas mengenai Internal Auditor. Yang disebut sebagai internal auditor itu sendiri adalah badan atau orang yang dipercaya untuk menjalankan aktivitas internal auditing. Itulah kenapa audit internal akan selalu berusaha untuk melengkapi dan menyempurnakan semua kegiatan dengan menggunakan penilaian langsung dalam bentuk pengawasan khusus, supaya mampu mengikuti perkembangan dunia usaha modern yang makin rumit saja. Singkatnya, Internal Auditing ini adalah sebuah kegiatan khusus yang berasal dari luasnya cakupan bidang akuntansi dengan memanfaatkan teknis dan metode dasar penilaian.

Maka karena itu, internal auditor harus paham betul betapa luasnya pelaksanaan kegiatan yang ada dalam semua jajaran organisasi, tentu juga harus mengarahkan penilaian operasi menjadi tujuan utama yang harus dicapai. Yang artinya titik berat dari pemeriksaan adalah pemeriksaan manajemennya itu sendiri. Cara untuk melakukan pemeriksaan bisa dilakukan dengan memahami kebijaksanaan manajemen atau direksi terlebih dahulu, memahami ketetapan rapat umum dari para pemegang saham, juga memahami peraturan pemerintah serta berbagai macam peraturan lainnya yang berkaitan dengan perusahaan.

Kemudian jika disimak dari defenisi yang telah disebutkan di atas, kita bisa mengartikan pengawasan manajemen yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengawasan yang bersifat akuntansi dan administratif. Penjelasannya adalah sebagai berikut ini :

  1. Pengawasan akuntansi. Yang dimaksud sebagai pengawasan akuntansi adalah rencana organisasi serta semua cara dari prosedur yang berhubungan langsung dengan pengamanan harta benda perusahaan dan juga penyusunan catatan keuangan atau pembukuan. Secara umum pengawasan akuntansi itu sendiri meliputi otorisasi atau sistem pemberian wewenang serta sistem persetujuan pemisahaan yang jelas antara tugas operasional dengan tugas penyimpanan harta kekayaan serta tugas pembukuan, juga pengawasan fisik dan pemeriksaan intern juga.
  2. Pengawasan administratif. Semetara itu yang dimaksud pengawasan administratif adalah meliputi rencana organisasi lengkap dengan semua cara serta prosedur yang utamanya menyangkut efisiensi usaha dan sejauh mana ketaatan pada kebijaksanaan pimpinan perusahaan, umumnya urusannya tidak langsung berhubungan dengan sistem pembukuan atau akuntansi. Yang menjadi pengawasan administratif antara lain adalah analisa statistik, laporan kegiatan, time and motion study , program latihan pegawai dan pengawasan mutu serta lain sebagainya.

Setelah melihat penjelasan yang telah disebutkan di atas, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa peranan audit internal itu sangat penting dalam rangka mencapai tujuan usaha secara efektif dan secara  efisien. Tujuan adanya pengawasan intern melalui audit internal adalah untuk menjamin pemakaian kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan seperti seharusnya.

Pelatihan Audit Internal SMK 3 versi Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012

PP No. 50 Tahun 2012 ini telah ditetapkan pada tanggal 12 April 2012 silam di Jakarta. Di dalam PP tersebut dicantumkan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang ada dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut adalah semua pemberi kerja diwajibkan melaksanakan SMK3, yang paling utama adalah perusahaan yang telah mempekerjakan minimal sebanyak 100 tenaga kerja atau juga perusahaan yang memang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang sagat tinggi akibat karakteristik proses kerja (pekerjaan yang keras dan rumit).

SMK3 itu sendiri merupakan bagian menyeluruh dari sistem manajemen perusahaan keseluruhannya, dan khususnya supaya mengendalikan segala risiko saat proses produksi atau operasional di tempat kerja sedang berlangsung. Maksud adanya PP ini adalah supaya bisa meningkatkan efektivitas perlindungan bagi semua tenaga kerja berkat adanya SMK-3 yang lebih terencana, lebih terukur, dan terstruktur serta lebih terintegrasi.

Supaya  penerapan SMK3 ini mampu berjalan dengan efektif, sudah tentu secara periodik sangat perlu dilakukan adanya efektivitas melalui audit internal dan juga tinjauan manajemen yang tepat. Berawal dari hasil audit SMK3 tersebut, maka kelak akan dapat diperoleh sebuah gambaran yang lebih jelas dan juga lebih lengkap tentang status juga mutu pelaksanaan dari SMK3 yang selanjutnya akan digunakan untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan di masa yang datang. Itulah kenapa auditor internal harus mengikuti pelatihan audit internal SMK 3 versi Peraturan Pemerintah atau PP nomor 50 tahun 2012.

Tujuan dan Manfaat Mengikuti Training Auditor SMK3

Auditor internal yang mengikuti Training Auditor SMK3 di lembaga sertifikasi terpercaya, maka setelah selesai pelatihan maka kelak akan mendapatkan pendalaman materi serta diharapkan mendapatkan manfaat berikut ini :

  • Mampu memenuhi kriteria yang tercantum di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 yang isinya mengenai penerapan Sistem Manajemen K3
  • Diharapkan bisa menjadi auditor internal SMK3 yang lebih kompeten dan juga lebih professional, yang memang mampu mengemban tanggung jawab dan bisa melaksanakan audit penerapan SMK3 yang efektif di dalam perusahaan
  • Setelah mengikuti training ini diharapkan memiliki perpotensi menjadi auditor eksternal SMK3
  • Auditor internal diharapkan mampu mengerti dan memahami dengan semua prinsip-prinsip, serta elemen-elemen dan juga Kriteria SMK3 itu sendiri
  • Auditor Internal kelak mampu merencanakan dan mempersiapkan,sampai melaksanakan dan juga melaporkan hasil akhir internal audit SMK3 tersebut
  • Mampu mengumpulkan, mampu menganalisa dan juga bisa memverifikasi bukt audit serta juga bisa mengkomunikasikan hasil observasi yang lebih signifikan untuk ditindaklanjuti lebih jauh
  • Kelak mampu untuk mengevaluasi pemenuhan peraturan perundangan K3
  • Setelah mengikuti training maka bisa mengerti dan juga bisa memahami peran auditor SMK3 dan juga lead auditor saat melaksanakan audit SMK3Lantas siapa lagi yang perlu dan diharuskan mengikuti training audit internal SMK 3 ini? Mereka yang merupakan auditor SMK3 atau juga orang-orang yang memang sedang disiapkan khusus untuk menjadi Auditor SMK3, Tim SMK3, Management Representatives, HRD, HSE Departmen, serta setiap orang yang memang terkait di dalam pengembangan HSE atau K3 di lingkungan kerjanya sendiri.

Untuk mengikuti training, pada umumnya peserta diwajibkan memenuhi persyaratannya yakni calon peserta yang akan mengikuti training ini diharapkan pernah mengikuti Training AK3 Umum. Calon peserta juga harus melengkapi kelengkapan dokumen yakni dengan melampirkan copy sertifikat AK3 Umum lengkap dengan SKP, harus melampirkan copy ijazah terakhir (minimal D3 sederajat), lampirkan juga foro berwarna 4×6 sebanyak dua lembar.

Setelah menyelesaikan pelatihan audit internal SMK 3 selama 4 hari kerja, maka para peserta akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh KEMNAKER, akan tetapi tidak termasuk SKP. Kemudian apabila para peserta atau perusahaan membutuhkan SKP SMK3 Auditor, maka diharuskan ada lampiran surat pernyataan dari Perusahaan bahwa peserta dari perusahaan tersebut sudah pernah melakukan audit k3 di perusahaan tempatnya bekerja, dan setelah itu bisa langsung mengurus SKP oleh peserta ke KEMNAKER.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *