Jasa Konsultasi Pembuatan Dokumen RK3K Untuk Kontraktor

Didalam sebuah perusahaan hal yang paling penting adalah aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang pekerjaan yang memiliki potensi bahaya cukup tingggi. Kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, dan hal tersebut sewaktu-waktu bisa saja terjadi dan hal ini disebabkan karena tidak adanya atau terbatasnya fasilitas yang menunjang keselamatan dan kesehatan kerja. Karena itu tidak heran untuk saat ini terdapat  penyedia jasa konsultasi pembuatan dokumen RK3K yang sudah bisa kita pesan dalam hitungan hari saja.

Tujuan paling dasar dilaksanakannya keselamatan dan kesehatan kerja terutama dalam bidang kontruksi yaitu untuk mengetahui dan memahami seberapa jauh peran dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu dengan menerapkan sistem keselemaatan dan kesehatan kerja untuk kontruksi pihak perusahaan tidak akan mengalami kerugian akibat kecelakaan kerja.

Kecelakan kerja merupakan suatu kecelakaan yang mana terjadi sewaktu seseorang sedang bekerja. Kecelakaan kerja ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang disebabkan karena ketidak hati-hatian seorang pekerja tersebut, ataupun karena adanya fasilitas yang tidak sesuai standar dan itu bisa menyebabkan seseorang mengalami kecelakaan.

Jadi untuk itu sebuah perushaaan harus menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja, adapun hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melakukan konsultasi Pembuatan dokumen RK3K , adalah sebagai berikut:

Pertama, pembuatan struktur organisasi K3, yang meliputi Manager K3, Kepala Operasi K3, Kepala Audit Evaluasi K3, lalu ada Supervisor Perencanaan, Supervisor Impelemntasi, kemudian ada Supervisor Evaluasi, Supervisor Audit dan Pelaksana. Sturuktur Organisasi K3 ini harus diketahui oleh seluruh tenaga kerja yang bekerja dalam perusahaan tersebut, dan setiap informasi yang datang dari organisasi K3 harus disampaikan kepada seluruh karyawan dan pegawai-pegawai lainnya.

Kedua kebijakan K3, sebuah perushaan yang bekerja dalam bidang kontruksi haruslah mengikuti peraturan yang berlaku dan harus terus berkomitment dalam menerapkan sistem menejemen keselamatan dan kesehatan kerja. Dan kebijakan kebijakan ini yang harus senantiasa kita ketahui adalah:

  • Menginformasikan kepada seluruh personil atau pengurus yang tercantum dalam tsruktur organisasi K3 untuk bertanggung jawab dalam melaksnakan kewajibannya dalam melaksanakan tugas terutama dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Mematuhi semua peraturan perundang-undangan dan beberapa persyaaratan lain yang berkaitan dengan Keselematan dan kesehatan Kerja (K3). Dan di Indonesia sendiri perundang-undangan yang mengacu pada keselamtan dan kesehatan kerja, yaitu UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, kemudian UU No.8 tahun 1998 tentang perlindungan konsumen, dan UU No.18 tahun 1999 tentang Jasa kontruksi.
  • Meminimalisir jumlah kesalahan, kecelakaan pad saat bekerja dan meminimalisir penyakit akibat bekerja.
  • Mengidentifikasi beberapa bahaya sesuai dengan sifatnya.
  • Memberikan peningkatan kompetensi para pekerja sesuai dengan keahlian, tugas dan tanggung jawabbnya masing-masing.
  • Selalu mengkoordinasikan setiap informasi yang didapat kepada seluruh karyawan dan tenaga kerja lainnya.

Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak ( RK3K) haruslah dilaksanakan secara sistematis, terpadu, terencana, dan terkoordinir. Tujuan lain dari pembuatan dokumen RK3K adalah untuk mengetahui tugas dari kewajiban terkait dalam penyelanggaraan menajemen K3. Kemudian bertujuan untuk mendapatkan pemecahan masalah keselamatan kerja. Lalu untuk emngurangi resiko kecelakaan pada saat kerja.

RK3K bergerak tidak hanya dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja bagi manusia, tetapi juga tetap emmpertimbangkan terhadap kondisi atau faktor lingkungan lainnya, seperti kelestarian flora dan fauna yang tumbuh di sekitaraan proyek pembangunan kontruksi.

Menurut peraturan pemerintah No. 05 tahun 2014 tentang pembagian RK3K yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu RK3K penawaran dan RK3K Pelaksanaan. Kedua RK3K tersebut akan kami bahas satu persatu. Pertama mengenai RK3K Penawaran. RK3K Penawaran sendiri dibuat khusus oleh Kontraktor di perushaan tersebut yaitu dibuat pada saat tender dilakukan yang mengacu pada dua item khusus, yang mana berisikan tentang komitmen manejemen yang berupa kebijakan K3 dan berupaka perencanaan K3 secara umum, yaitu mulai dari penelaahan awal, kemudian identifikasi bahaya, lalu ada identifikasi dan evaluasi peraturan K3, kemudian Sumber daya baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya perlengkapan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan kerja.

Sedangkan untuk RK3K Pelaksanaan sendiri itu sama hal nya dengan RK3K Penawaran yang mana dibuat oleh kontraktor pada saat diumumkan sebagai pemenang dari tender. RK3K sendiri merupakan kelanjutan dari RK3K penawaran, yaitu dengan melakukan tahap Do Check and Action. Dan isi dari RK3K Pelaksanaan itu mengenai uraian proses pelaksanaan K3, kemudian pemeriksaan dan pengujian  serta audit internal, dan tinjauan menejemen.

RK3K merupakan dokumen mengenai rencana penyelenggaraan SMK3 (Sistem menejemen keselamatan dan Kesehatan Kerja kontruksi yaitu di bidang PU.  Yang mana dibuat oleh para penyedia jasa kemudian disetujui oleh pengguna jasa, yang kemudian dilanjutkan menjadi sarana interaksi antara kedua belah pihak yaitu penyedia jasa dan pengguna jasa.

Namun sebelum melakukan pembuatan dokumen RK3K , Ada beberapa syarat yang harus dipertimbangkan bagi anda adalah, sebagai berikut:

  • Menyiapkan persyaratan K3LL, kemudian kerangka acuan kerja (KAK), dan Regulasi pemerintahan yang harus dipatuhi dari ppihak owner.
  • Menyiapkan salinan beberapa data internal perusahaan seperti dokumen kebijakan K3, kebijakan khusus, sertifikat SMK3 (sistem menejemen keselamatan dan kesehatan kerja), kemudian sertifikat ahli K3 Perushaan, lalu data struktur organisasi K3 dan PDK3, dan beberapa dokumen penunjang lainnya yang dibutuhakan dalam mebuat RK3K.
  • Kemudian meminta salinan data BOQ ( Bill Off Quantity) di bagian marketing.
  • Meminta penjelasan terkait metode kerja kepada bagian Engineering atau Projeck manager.
  • Lalu melakukan beberapa identifikasi mengenai bahaya atau beberapa aspek lingkungan yang terkait dengan proyek yang akan dilakasanakan nanti.
  • Kemudian melakukan penilaian resiko terjadinya bahaya dan dampak lingkungan dari pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Dan terakhir adalah mengkomunikasikan semua jadwal K3 kepada bagian projeck manager.

Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan yang bekerja dibidang kontruksi baik itu dalam skala besar maupun kecil harus tetap menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan proyek. Kemudian pada saat bekerja terutama pekerjaan yang memiliki resiko bahaya tinggi sebaiknya senantiasa menggunakan alat pelindung diri (APD) dan itu berlaku bagi seluruh pekerja baik yang didalam maupun diluar ruangan. Dan terakhir yaitu melakukan pengawasan secara berkala yang tujuannya untuk memnatau kinerja para pekerja supaya para pekerja bisa bekerja secara serius dan pekerjaannya pun bisa selesai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.

Nah jika saat ini anda sedang membutuhkan RK3K untuk melancarkan tender anda, anda bisa menggunakan penyedia jasa konsultasi pembuatan dokumen RK3K untuk kontraktor, dan kamipun siap membantu dalam hal pembuatannya.

Baiklah hanya itu saja informasi yang bisa kami berikan kepada anda, semoga informasi diatas bisa bermanfaat. baca juga artikel-artikel kami yang tak kalah menarik dengan artikel-artikel menarik kami lainnya. Selamat membaca dan terima kasih J !!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *